ROKAN HULU, Nadipos.id – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 Tahun 2026 di Kabupaten Rokan Hulu menjadi momentum refleksi penting bagi insan pers. Bertempat di Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati Rokan Hulu, kegiatan silaturahmi ini berlangsung khidmat dan sarat pesan mengenai peran strategis pers di tengah perubahan zaman.
Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, HPN tahun ini dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat kembali jati diri pers di tengah tantangan besar, mulai dari disrupsi digital, banjir informasi, hingga tekanan ekonomi dan kepentingan kekuasaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Rokan Hulu Syafaruddin Poti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Suharman Nasution, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Gorneng, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Sofyan, serta Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra beserta jajaran. Unsur Forkopimda, organisasi pers, dan insan pers turut memadati aula pendopo.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Syafaruddin Poti menegaskan bahwa keberanian dan independensi merupakan fondasi utama pers yang sehat. Ia menilai pers tidak boleh terjebak pada kenyamanan semu yang justru melemahkan fungsi kontrol terhadap kekuasaan.
“Menulis dengan baik itu penting, tetapi menjaga independensi jauh lebih penting. Pers yang sehat bukan pers yang jinak, melainkan pers yang berani mengungkap fakta dan berpihak pada kepentingan publik. Kritik yang objektif justru dibutuhkan agar kebijakan tetap berpijak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan realitas yang dihadapi pers daerah saat ini. Tekanan ekonomi media, maraknya hoaks, serta ancaman kriminalisasi terhadap jurnalis menjadi tantangan serius yang berpotensi melemahkan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi.
Ketergantungan media lokal terhadap iklan dan kerja sama pemerintah juga kerap menempatkan wartawan pada dilema etis. Jika tidak dikelola secara profesional, kondisi ini dapat menggerus daya kritis media dan menurunkan kualitas informasi publik.
Melalui peringatan HPN ke-80 ini, ditegaskan bahwa tanggung jawab menjaga pers tetap sehat tidak hanya berada di pundak wartawan, tetapi juga memerlukan komitmen pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Tanpa jaminan kebebasan pers, perlindungan hukum bagi jurnalis, serta ekosistem media yang berkelanjutan, cita-cita ekonomi berdaulat dan bangsa yang kuat hanya akan menjadi slogan tanpa makna.
Sementara itu, Ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), Alfian Top, menegaskan pentingnya keberanian pers dalam mengawal kekuasaan, melawan disinformasi, dan tetap berdiri di sisi kebenaran meskipun tekanan datang dari berbagai arah. Ia mengajak insan pers untuk terus menjaga integritas dan independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik. (Rls/TZL)
Editor : Admin










