BOGOR, Nadipos.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang menggugah para pemimpin daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). Dengan nada tegas namun reflektif, Presiden menilai kemiskinan yang masih menghimpit masyarakat merupakan rapor merah bagi elite bangsa dalam mengelola kekayaan negara.
“Kita harus mengakui bahwa elite Indonesia, mulai dari pimpinan politik hingga akademisi, masih kurang dalam menjalankan tugas menjaga dan mengelola kekayaan bangsa. Kekayaan kita melimpah, tetapi rakyat masih mengalami kesulitan,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para kepala daerah.
Presiden menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi sikap pesimistis. Ia meminta seluruh pimpinan daerah menyingkirkan keraguan serta pertanyaan mengenai kemampuan negara dalam memberantas kemiskinan.
Menanggapi pernyataan dan arahan Presiden tersebut, Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM, menyatakan bahwa kritik Presiden merupakan motivasi besar bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu untuk melakukan introspeksi menyeluruh terhadap tata kelola sumber daya daerah.
Bupati Anton menegaskan bahwa Rokan Hulu, yang dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam, tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pengelolaan aset negara.
“Pesan Bapak Presiden sangat menyentuh. Beliau meminta kita membenahi diri dan lingkungan kita. Saya, selaku Bupati Rokan Hulu, berkomitmen memastikan tidak ada lagi kebocoran maupun ketidaktepatan sasaran dalam pengelolaan kekayaan alam di wilayah kami,” tegas Anton.
Selain itu, Bupati Anton juga menyoroti ajakan Presiden untuk menghapus sekat-sekat politik masa lalu. Menurutnya, memenangkan pertarungan melawan kemiskinan jauh lebih penting dibandingkan mempertahankan ego sektoral maupun kepentingan partai.
“Sesuai arahan Presiden, di Rokan Hulu kami tidak lagi berbicara soal dukung-mendukung pada masa lalu. Saat ini waktunya bersatu. Saya telah menginstruksikan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) agar program pengentasan kemiskinan benar-benar menyentuh masyarakat akar rumput tanpa pandang bulu,” lanjutnya.
Sebagai tindak lanjut Rakornas tersebut, Bupati Anton berencana memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat melalui sejumlah langkah strategis, antara lain:
-
Transformasi ekonomi, dengan memastikan kekayaan alam Rokan Hulu dikelola secara adil untuk meningkatkan daya beli masyarakat lokal.
-
Transparansi anggaran, guna menjamin setiap rupiah anggaran daerah difokuskan pada program penghapusan kemiskinan ekstrem.
-
Penguatan persatuan daerah, dengan mengajak seluruh elite politik di Rokan Hulu bersatu mendukung program nasional.
“Kita tidak boleh menyerah sebelum bertanding. Jika pemerintah pusat telah membuka jalan dengan semangat persatuan, maka kami di daerah menjadi garda terdepan untuk mengeksekusi visi tersebut demi kemakmuran masyarakat Rokan Hulu,” pungkas Bupati Anton. (Rls/TZL)
Editor : Admin








