Momentum 12 Tahun, INDODAX Dorong Kripto Lebih Inklusif dan Terkelola Baik

- Penulis

Senin, 2 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Nadipos.id – Memasuki tahun ke-12, INDODAX melihat industri kripto Indonesia tengah memasuki babak baru yang semakin matang. Jika satu dekade lalu fokus utama masih seputar pertumbuhan pengguna dan volume transaksi, kini perhatian mulai bergeser ke arah yang lebih fundamental, seperti tata kelola, literasi, perlindungan konsumen, keberlanjutan ekosistem, hingga kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Perubahan fase ini menjadi benang merah dalam gelaran “Indodax 12th Years Anniversary: On Chain, Forever Forward”. INDODAX mempertemukan regulator, pelaku industri, dan figur publik dalam satu forum untuk mendiskusikan arah masa depan industri kripto Indonesia secara terbuka dan konstruktif.

CEO INDODAX, William Sutanto, menyampaikan bahwa fase industri saat ini merupakan periode konsolidasi yang menuntut pendekatan lebih struktural dan berorientasi jangka panjang.

“Memasuki tahun ke-12, kami melihat industri kripto Indonesia mulai memasuki fase konsolidasi dan pendewasaan. Tantangannya bukan lagi soal membangun awareness, tetapi bagaimana membangun kepercayaan jangka panjang melalui tata kelola yang kuat, edukasi berkelanjutan, serta kolaborasi erat dengan regulator dan komunitas,” ujar William.

Menurut William, fase konsolidasi ini menuntut pelaku industri untuk memperkuat aspek keamanan dan transparansi sebagai fondasi utama.

“Tahun ini kami memprioritaskan penguatan keamanan dengan meningkatkan investasi pada IT security. Sejalan dengan itu, kami juga menaikkan standar transparansi, salah satunya melalui publikasi Proof of Reserves sebagai bentuk komitmen keterbukaan kepada member. Langkah ini kami lakukan untuk memastikan kepercayaan publik tetap terjaga dalam berbagai siklus pasar, sehingga member dapat bertransaksi dengan aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Fokus tersebut juga menjadi sorotan dalam sesi panel diskusi “The Future of Crypto” bersama Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, serta CEO Malaka sekaligus konten kreator, Ferry Irwandi.

Dari sisi kebijakan, perkembangan kripto dinilai perlu ditempatkan dalam kerangka besar pembangunan infrastruktur keuangan digital nasional. Pertumbuhan adopsi yang pesat harus diimbangi dengan regulasi yang adaptif, perlindungan masyarakat, serta sistem pelaporan dan tata kelola yang kredibel di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Misbakhun menjelaskan bahwa pemerintah mengambil pendekatan yang fasilitatif terhadap industri ini.

“Kripto ini pada dasarnya adalah infant industry atau industri yang masih muda yang perlu diberi ruang tumbuh dan grace period. Melalui Undang-Undang P2SK dan ruang demokratis seperti regulatory sandbox, negara hadir bukan untuk melarang, melainkan memfasilitasi inovasi seperti tokenisasi real-world asset agar tetap berjalan di dalam protokol perlindungan konsumen dan anti-pencucian uang,” tegasnya.

Dari perspektif publik, tantangan yang muncul bukan hanya soal volatilitas pasar, melainkan kualitas pemahaman masyarakat. Narasi yang didominasi hype, spekulasi, dan orientasi jangka pendek berpotensi menghambat proses pendewasaan industri aset digital di Indonesia.

Ferry Irwandi mengungkapkan, “Tantangan utamanya adalah masyarakat masih menjadikan kripto sekadar alat spekulasi dan mencari sinyal profit instan, mengabaikan inovasi blockchain di baliknya. Karena itu, tugas influencer bukan hanya menjual narasi manis dan probabilitas profit, tetapi juga wajib mengedukasi fundamental dan manajemen risiko di pasar yang volatil ini.”

Hal ini menegaskan bahwa kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan figur publik menjadi kunci dalam penguatan ekosistem kripto. Inovasi perlu terus didorong, namun tetap berada dalam koridor tata kelola yang kuat, literasi yang memadai, dan prinsip perlindungan konsumen.

Dengan fondasi tersebut, Indonesia berada pada momentum penting untuk menentukan arah industri kripto yang lebih kredibel dan berdaya saing di tingkat regional.

Melalui momentum ini, INDODAX menegaskan komitmennya untuk memperkuat edukasi publik, meningkatkan standar keamanan dan kepatuhan, serta berperan aktif dalam mendorong industri kripto Indonesia yang lebih matang, inklusif, dan berkelanjutan.***

Editor : Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nadipos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selamat dan Sukses Suahasil Nazara, Putra Terbaik Bangsa Kini Dipercaya Menahkodai Kementerian Keuangan RI
Ratusan Warga Nias Kepung Polsek Tambusai Utara, HIMNI Desak Polda Riau Ambil Alih Kasus Taosarao
Bupati Anton Hadiri Pembukaan Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Buperta Cibubur.
Ditargetkan Tuntas 2027, Jalur Strategis Rohul–Padang Lawas Diusulkan Naik Status Jadi Jalan Nasional
Menembus Batas Keterbatasan: Langkah Berani Bupati Anton Gandeng PT SMI demi RSUD dan MPP Rokan Hulu
Gejolak Timur Tengah Picu Volatilitas Bitcoin, INDODAX Soroti Strategi Investasi Aman
Rayakan Ultah ke-12, INDODAX Salurkan Bantuan Pendidikan dan Sembako di Jabodetabek
Ketidakpastian Suku Bunga AS Tekan Pasar Kripto, Bitcoin Turun ke US$66.000
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 22:40 WIB

Selamat dan Sukses Suahasil Nazara, Putra Terbaik Bangsa Kini Dipercaya Menahkodai Kementerian Keuangan RI

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Ratusan Warga Nias Kepung Polsek Tambusai Utara, HIMNI Desak Polda Riau Ambil Alih Kasus Taosarao

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:42 WIB

Bupati Anton Hadiri Pembukaan Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Buperta Cibubur.

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Ditargetkan Tuntas 2027, Jalur Strategis Rohul–Padang Lawas Diusulkan Naik Status Jadi Jalan Nasional

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:06 WIB

Menembus Batas Keterbatasan: Langkah Berani Bupati Anton Gandeng PT SMI demi RSUD dan MPP Rokan Hulu

Berita Terbaru