PEKANBARU, Nadipos.id – Pesantren IBS Kampus 2 Pekanbaru menyelenggarakan Wisuda Angkatan II dan penyerahan Sanad Qiroat ‘Ashim pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penuntasan pendidikan santri sekaligus penguatan pembelajaran Al-Qur’an melalui sanad bacaan yang bersambung.
Kegiatan itu dihadiri sejumlah tokoh dan ulama di Provinsi Riau, di antaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau Saidul Amin, Ketua PWNU Riau Abdul Khalim Mahalli, Ketua MPDI Riau Royan Syahfitrah, serta Sekretaris Pembina Yayasan Ustaz Mochamad Susantok.
Dalam sambutannya, Saidul Amin mengajak para santri untuk terus memperdalam interaksi dengan Al-Qur’an setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. Menurutnya, kedekatan dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi harus berkembang hingga penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan.
Ia menjelaskan enam tahapan hubungan seorang muslim dengan Al-Qur’an, yakni qira’ah (membaca), tilawah (membaca dengan tartil dan penghayatan), tahfidz (menghafal), tafhim (memahami), tadabbur (mengambil pelajaran), serta membumikan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Santri jangan hanya berhenti membaca Al-Qur’an, tetapi terus naik tingkat dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an,” kata Saidul Amin.
Ia berharap lulusan pesantren tidak hanya memiliki kemampuan hafalan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Sementara itu, Pimpinan IBS Kampus 2 Pekanbaru, Kyai Jumakri, mengatakan wisuda menjadi titik awal pengabdian para santri setelah menempuh proses pendidikan.
Menurutnya, para lulusan diharapkan dapat menjadi generasi yang menjaga akhlak, memelihara ilmu, serta membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Prosesi wisuda santri kelas VI dan penyerahan sertifikat Sanad Qiroat ‘Ashim berlangsung penuh haru. Para wali santri turut menyaksikan jalannya kegiatan yang ditutup dengan sesi foto bersama tamu undangan, asatidz, dan wisudawan.
Penulis : Adi Umar
Editor : Admin








