Ketidakpastian Suku Bunga AS Tekan Pasar Kripto, Bitcoin Turun ke US$66.000

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Nadipos.id 20 Februari 2026, Harga Bitcoin kembali mengalami koreksi dalam 24 jam terakhir setelah rilis notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pejabat bank sentral Amerika Serikat terkait arah kebijakan suku bunga ke depan.

Berdasarkan data pasar pada Kamis (19/2), Bitcoin tercatat turun sekitar 1,25 persen ke kisaran US$66.450 atau setara Rp1,11 miliar. Tekanan ini seiring dengan meredanya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global dalam waktu dekat, yang turut memengaruhi sentimen di pasar aset kripto.

Notulensi FOMC mengindikasikan bahwa mayoritas pembuat kebijakan cenderung mempertahankan suku bunga di level saat ini. Namun demikian, terdapat perbedaan pandangan terkait langkah selanjutnya. Sejumlah pejabat membuka kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap bertahan, sementara sebagian lainnya mempertimbangkan pemangkasan jika tekanan harga mulai mereda.

Kondisi kebijakan moneter yang masih berpotensi bertahan ketat atau higher for longer ini turut berdampak pada likuiditas global. Penguatan Indeks Dolar AS (DXY) disebut memberikan tekanan pada aset berisiko, termasuk kripto, sehingga memicu aksi jual dan penurunan total kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.

Berdasarkan data FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum pertemuan Juni masih berada di bawah 50 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menyatakan bahwa koreksi harga Bitcoin merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar.

Menurut Antony, pergerakan harga Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi yang relatif sehat. Ia menilai koreksi tersebut lebih mencerminkan penyesuaian pelaku pasar terhadap kebijakan moneter global, khususnya terkait waktu pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

Selain faktor global, Antony juga menyinggung peran kebijakan moneter dalam negeri. Keputusan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan dinilai dapat memengaruhi likuiditas dan persepsi investor domestik terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Ia mengimbau investor untuk tetap bersikap rasional di tengah volatilitas pasar serta memperhatikan manajemen risiko. Edukasi kepada investor, termasuk pentingnya riset mandiri dan perencanaan portofolio yang matang, dinilai menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar kripto yang dipengaruhi oleh faktor global dan domestik.***

Editor : Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nadipos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gejolak Timur Tengah Picu Volatilitas Bitcoin, INDODAX Soroti Strategi Investasi Aman
Momentum 12 Tahun, INDODAX Dorong Kripto Lebih Inklusif dan Terkelola Baik
Rayakan Ultah ke-12, INDODAX Salurkan Bantuan Pendidikan dan Sembako di Jabodetabek
INDODAX Masuk Daftar Fortune Indonesia Change the World 2025
Volatilitas Tinggi, Bitcoin Rebound ke US$77.000 saat Investor Besar Tetap Borong
OJK Catat 72 Persen Exchange Kripto di RI Masih Merugi, Ini Penyebabnya
Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: “Ini Investasi Keselamatan Rakyat”
OJK Catat Pajak Kripto Tembus Rp719,61 Miliar, INDODAX Sumbang Lebih dari 50 Persen
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:56 WIB

Gejolak Timur Tengah Picu Volatilitas Bitcoin, INDODAX Soroti Strategi Investasi Aman

Senin, 2 Maret 2026 - 20:00 WIB

Momentum 12 Tahun, INDODAX Dorong Kripto Lebih Inklusif dan Terkelola Baik

Senin, 23 Februari 2026 - 17:09 WIB

Rayakan Ultah ke-12, INDODAX Salurkan Bantuan Pendidikan dan Sembako di Jabodetabek

Jumat, 20 Februari 2026 - 08:58 WIB

Ketidakpastian Suku Bunga AS Tekan Pasar Kripto, Bitcoin Turun ke US$66.000

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:17 WIB

INDODAX Masuk Daftar Fortune Indonesia Change the World 2025

Berita Terbaru