PELALAWAN, Nadipos.id – Pemerintah Kabupaten Pelalawan berencana menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan meningkatkan efisiensi energi.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Pelalawan, Zukri, dalam kegiatan coffee morning yang digelar di halaman samping Kantor Bupati Pelalawan, Selasa (7/4/2026). Dalam arahannya, ia meminta Sekretaris Daerah, para pejabat, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera menyusun skema pelaksanaan WFH sesuai kebutuhan masing-masing instansi.
Menurut Zukri, penerapan WFH akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tugas pokok dan fungsi setiap OPD. Ia menargetkan kebijakan ini mulai diberlakukan pada Kamis dan Jumat, dengan penyesuaian terhadap kebutuhan pelayanan publik.
“Jadwal WFH akan diatur berdasarkan tupoksi masing-masing. Mulai Kamis dan Jumat sudah bisa diterapkan, namun tetap menyesuaikan kebutuhan pelayanan di setiap dinas,” ujarnya.
Ia menegaskan, tidak semua OPD akan menerapkan WFH secara penuh. Dinas dengan tingkat pelayanan publik rendah dapat memulai lebih awal, sementara instansi yang memiliki layanan langsung kepada masyarakat akan menerapkan WFH secara terbatas.
Beberapa OPD yang menjadi perhatian antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Pada instansi tersebut, jumlah ASN yang bekerja dari rumah akan dibatasi agar pelayanan tetap berjalan optimal.
“Pelayanan publik tidak boleh terganggu. Jangan sampai kebijakan WFH justru menghambat layanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga koordinasi selama pelaksanaan WFH. ASN diminta tetap aktif berkomunikasi secara daring melalui platform digital serta menyampaikan laporan kinerja kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Kebijakan ini tidak hanya bertujuan mengurangi penggunaan BBM, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menghemat konsumsi listrik di lingkungan perkantoran. Seluruh OPD diminta segera melakukan penyesuaian, termasuk pengelompokan pegawai berdasarkan kebutuhan kerja.
Melalui penerapan WFH, Pemerintah Kabupaten Pelalawan berharap efisiensi anggaran dan energi dapat tercapai tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. (ADV)
Editor : Admin








