Bitcoin Koreksi Tajam, INDODAX: Sentimen Risk-Off Dominasi Pasar Global

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Nadipos.id – Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah dan turun ke bawah level psikologis US$90.000 pada perdagangan Rabu (21/1/26), seiring meningkatnya tensi geopolitik global yang memicu aksi jual di pasar aset berisiko. Pelemahan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang tarif Amerika Serikat (AS) terhadap Eropa, yang dikaitkan dengan tekanan Washington kepada Denmark agar mempertimbangkan kembali kendalinya atas Greenland, serta gejolak di pasar obligasi Jepang yang mendorong sentimen risk-off secara luas.

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sempat menyentuh kisaran US$87.000 sebelum bergerak fluktuatif. Tekanan tidak hanya terjadi di pasar kripto, tetapi juga meluas ke pasar saham global. Indeks utama Wall Street, termasuk S&P 500 dan Nasdaq, ditutup melemah lebih dari dua persen. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah bergejolak dan harga emas melonjak sebagai aset lindung nilai.

Menanggapi kondisi tersebut, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai pergerakan ini mencerminkan keterkaitan kripto yang semakin erat dengan dinamika makroekonomi dan geopolitik global.

“Dalam situasi seperti ini, Bitcoin tidak berdiri sendiri. Ketika pasar global memasuki fase risk-off akibat ketegangan geopolitik, kebijakan perdagangan, dan tekanan di pasar obligasi, aset berisiko cenderung mengalami koreksi secara bersamaan akibat aksi jual,” ujar Antony.

Menurut Antony, kepanikan jangka pendek kerap muncul ketika investor global berupaya menyeimbangkan kembali portofolio investasi mereka di tengah ketidakpastian. Hal ini tercermin dari meningkatnya volatilitas, lonjakan volume perdagangan, serta tekanan di pasar derivatif kripto.

“Yang perlu dicermati, pergerakan ini lebih didorong oleh faktor eksternal, bukan perubahan fundamental di ekosistem Bitcoin dan kripto. Dinamika suku bunga, likuiditas global, serta arah kebijakan geopolitik saat ini menjadi variabel utama yang memengaruhi harga,” lanjutnya.

Ia menambahkan, sejarah pasar kripto menunjukkan bahwa fase koreksi tajam sering kali beriringan dengan guncangan makro, terutama seiring Bitcoin semakin diperlakukan sebagai bagian dari aset global oleh investor institusional.

“Partisipasi institusi membuat Bitcoin lebih responsif terhadap isu global. Ini merupakan konsekuensi dari maturasi pasar, di mana kripto semakin terintegrasi dengan sistem keuangan global,” kata Antony.

Meski demikian, Antony menegaskan bahwa volatilitas tetap menjadi karakter inheren pasar kripto. Investor, menurutnya, perlu memahami konteks pergerakan harga secara menyeluruh dan tidak semata-mata melihat fluktuasi jangka pendek.

“Periode seperti ini menegaskan pentingnya perspektif jangka panjang dan pemahaman risiko. Pasar kripto akan terus bergerak mengikuti arus global, dan ketahanan investor diuji justru saat ketidakpastian meningkat,” tutupnya.

Antony juga mengingatkan bahwa volatilitas tinggi kerap memicu perilaku fear of missing out (FOMO) di kalangan investor. Dalam situasi tersebut, ia menilai penting bagi pelaku pasar untuk tetap disiplin menerapkan prinsip do your own research (DYOR), memahami risiko, serta tidak mengambil keputusan investasi berdasarkan tekanan emosi jangka pendek di tengah ketidakpastian global.***

Editor : Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nadipos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selamat dan Sukses Suahasil Nazara, Putra Terbaik Bangsa Kini Dipercaya Menahkodai Kementerian Keuangan RI
Ratusan Warga Nias Kepung Polsek Tambusai Utara, HIMNI Desak Polda Riau Ambil Alih Kasus Taosarao
Bupati Anton Hadiri Pembukaan Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Buperta Cibubur.
Ditargetkan Tuntas 2027, Jalur Strategis Rohul–Padang Lawas Diusulkan Naik Status Jadi Jalan Nasional
Menembus Batas Keterbatasan: Langkah Berani Bupati Anton Gandeng PT SMI demi RSUD dan MPP Rokan Hulu
Gejolak Timur Tengah Picu Volatilitas Bitcoin, INDODAX Soroti Strategi Investasi Aman
Momentum 12 Tahun, INDODAX Dorong Kripto Lebih Inklusif dan Terkelola Baik
Rayakan Ultah ke-12, INDODAX Salurkan Bantuan Pendidikan dan Sembako di Jabodetabek
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 22:40 WIB

Selamat dan Sukses Suahasil Nazara, Putra Terbaik Bangsa Kini Dipercaya Menahkodai Kementerian Keuangan RI

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Ratusan Warga Nias Kepung Polsek Tambusai Utara, HIMNI Desak Polda Riau Ambil Alih Kasus Taosarao

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:42 WIB

Bupati Anton Hadiri Pembukaan Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Buperta Cibubur.

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Ditargetkan Tuntas 2027, Jalur Strategis Rohul–Padang Lawas Diusulkan Naik Status Jadi Jalan Nasional

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:06 WIB

Menembus Batas Keterbatasan: Langkah Berani Bupati Anton Gandeng PT SMI demi RSUD dan MPP Rokan Hulu

Berita Terbaru