ROKAN HULU, Nadipos.id – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan di Kabupaten Rokan Hulu. Di Kecamatan Ujung Batu, pemanfaatan lahan produktif kembali menunjukkan hasil menggembirakan setelah petani berhasil memanen sekitar 2,5 ton jagung pipil dari lahan seluas 1.000 meter persegi.
Panen jagung Program II Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2026 tersebut berlangsung pada Jumat (4/9/2026) di RK Harapan, RT 004/RW 012, Kelurahan Ujung Batu.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan dipimpin langsung Kapolsek Ujung Batu Kompol Buyung Kardinal, S.H., M.H. Turut hadir Wakapolsek Ujung Batu AKP Sintong Panjaitan, personel Polsek Ujung Batu, petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta para petani setempat.
Lahan yang dipanen merupakan lahan milik petani yang dimanfaatkan untuk budidaya jagung pipil. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat produksi pangan sekaligus mendorong masyarakat agar semakin produktif memanfaatkan lahan yang tersedia.
Panen Capai 2,5 Ton
Hasil panen kali ini terbilang cukup menggembirakan. Dari lahan sekitar 1.000 meter persegi, petani berhasil menghasilkan 2.500 kilogram atau 2,5 ton jagung pipil.
Hasil produksi tersebut selanjutnya dipasarkan kepada pihak gudang Bulog di Kecamatan Tandun. Penyaluran ini menjadi bagian dari rantai distribusi hasil pertanian sekaligus membuka peluang bagi petani untuk mendapatkan nilai ekonomi dari hasil budidayanya.
Kapolsek Ujung Batu Kompol Buyung Kardinal mengatakan, keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan aspek pengamanan, tetapi juga merupakan bentuk dukungan kepada masyarakat dan kelompok tani.
«“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Polri hadir untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada petani agar terus memanfaatkan lahan produktif secara maksimal demi meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.»
Menurutnya, keberhasilan panen tersebut menunjukkan bahwa lahan yang dikelola secara optimal mampu memberikan manfaat ganda, yakni membantu menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Masih Ada Tantangan
Meski hasil panen cukup menggembirakan, petani masih menghadapi sejumlah kendala dalam proses budidaya. Salah satunya adalah keterbatasan persediaan air yang menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman jagung.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, petani, penyuluh pertanian, kepolisian, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.
Pemanfaatan lahan produktif diharapkan tidak berhenti pada satu kali panen. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, lahan pertanian diharapkan dapat terus menghasilkan dan menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi masyarakat.
Panen yang berakhir sekitar pukul 11.30 WIB tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Hasil 2,5 ton jagung dari lahan 1.000 meter persegi menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lahan-lahan produktif di tingkat masyarakat. Dari Ujung Batu, semangat menjaga pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani terus ditumbuhkan.
(Penulis/TZL)
(Polsek/ ujung batu)
Penulis : TZL
Editor : Admin
Sumber Berita: Polsek ujung batu








