ROKAN HULU, RIAU, Nadipos.id – Semangat mewujudkan ketahanan pangan terus digelorakan di Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu. Meski sempat terkendala keterbatasan air, lahan jagung program ketahanan pangan akhirnya mampu menghasilkan 1,5 ton jagung pipil.
Panen tersebut berlangsung pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di lahan seluas kurang lebih 1.000 meter persegi, Dusun RK Harapan, Kelurahan Ujung Batu.
Kegiatan panen dipimpin langsung Kapolsek Ujung Batu Polres Rokan Hulu, Kompol Buyung Kardinal, S.H., M.H., bersama penyuluh pertanian, personel kepolisian, pemilik lahan dan kelompok tani.
Lahan yang dipanen merupakan milik Sujiono yang berada di RT 004/RW 012, Dusun RK Harapan. Dari hasil panen, terkumpul sekitar 1.500 kilogram jagung, yang selanjutnya dijual kepada pihak swasta di sekitar lokasi.
Kapolsek Ujung Batu Kompol Buyung Kardinal mengatakan hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi petani untuk terus produktif.
«“Alhamdulillah hari ini kita bisa panen 1,5 ton jagung. Walaupun ada kendala air, semangat petani luar biasa. Ini bukti sinergi Polri, PPL dan masyarakat untuk menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan ekonomi warga,” ujarnya.»
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam memperkuat program swasembada pangan nasional.
Sinergi antara kepolisian, penyuluh pertanian dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci agar lahan produktif dapat terus dimanfaatkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Dalam pelaksanaannya, kendala utama yang dihadapi petani adalah terbatasnya persediaan air selama proses penanaman. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat kelompok tani untuk menyelesaikan proses budidaya hingga masa panen.
Seluruh biaya kegiatan bersumber dari anggaran petani.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pemilik Lahan Fisman Hendri, PPL Ujung Batu Idesril, Panit I Binmas Aiptu Hari Mulyono, Panit Yanmin IK Aiptu Arwan, Bhabinkamtibmas Bripka Prima Gemala, Bripka Harri, serta perwakilan kelompok tani, Sujiono.
Panen berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Dari lahan 1.000 meter persegi, 1,5 ton jagung berhasil dipanen. Sebuah gambaran bahwa ketika lahan produktif dikelola bersama, ketahanan pangan bukan sekadar program, tetapi dapat menjadi sumber penguatan ekonomi masyarakat.
(Penulis/TZL)
(Sember/polsek ujung batu)
Penulis : TZL
Editor : Admin
Sumber Berita: polsek ujung batu








