RANTAU KASAI (ROHUL), Nadipos.id – Kekhawatiran akan potensi konflik horizontal mencuat di tengah masyarakat adat Melayu Rantau Kasai, Kabupaten Rokan Hulu. Hal ini menyusul beredarnya informasi mengenai dugaan upaya pembenturan antara masyarakat adat dengan warga sipil lainnya yang diduga melibatkan pihak-pihak tertentu.
Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan, seorang oknum mantan anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu berinisial GP diduga berperan sebagai perpanjangan tangan salah satu perusahaan, yakni Agrinas dalam upaya tersebut.
Keresahan masyarakat semakin meningkat lantaran aktivitas oknum yang bersangkutan disebut-sebut berlangsung dengan pengawalan oknum aparat TNI. Dugaan keterlibatan pihak luar ini dinilai berpotensi memperkeruh suasana dan memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat adat Melayu Rantau Kasai. Mereka menilai, apabila tidak ditangani secara bijak dan transparan, situasi ini dapat mengancam stabilitas keamanan serta ketenteraman masyarakat setempat.
Sejumlah tokoh masyarakat berharap agar seluruh pihak, khususnya aparat penegak hukum dan instansi terkait, dapat bersikap netral, profesional, dan tidak memihak dalam menyikapi persoalan yang berkembang.
Selain itu, mereka menekankan pentingnya penyelesaian masalah melalui dialog yang adil dan terbuka, dengan tetap menghormati hak-hak masyarakat adat.
“Warga hanya ingin hidup tenang di tanah adatnya. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi dan justru memecah belah masyarakat,” ujar salah seorang tokoh adat setempat.
Masyarakat adat Melayu Rantau Kasai juga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menelusuri informasi yang beredar, mencegah potensi konflik sejak dini, serta memastikan tidak ada tindakan yang dapat merusak keutuhan sosial dan keharmonisan antarwarga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebutkan terkait dugaan tersebut.(Rls/TZL)
Editor : Admin










