DUMAI, Nadipos.id – Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, Riau, terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran informasi palsu atau hoaks dengan meningkatkan literasi media di kalangan mahasiswa. Langkah tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai dan Universitas Dumai (Unidum).
Mewakili Wali Kota Dumai, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Dumai, Muhammad Yunus, menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki kemampuan memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh disinformasi yang dapat menghambat pembangunan daerah.
“Pemko Dumai sangat mendukung kolaborasi ini. Seminar jurnalistik bagi mahasiswa menjadi langkah penting dalam mencetak generasi yang melek media dan mampu menangkal hoaks. Kami berharap momentum HUT PWI ke-80 dan Dies Natalis Unidum ke-3 ini dapat memperkuat sinergi pembangunan sumber daya manusia di Kota Dumai,” ujar Muhammad Yunus saat membuka kegiatan di Aula Unidum, Selasa (12/5/2026).
Ketua PWI Dumai, Bambang Prayetno, mengatakan pihaknya ingin mendekatkan dunia jurnalistik kepada mahasiswa melalui pemahaman tentang kode etik dan teknik jurnalistik yang benar.
“Di usia PWI ke-80, kami ingin lebih dekat dengan mahasiswa. Kami berbagi pengetahuan mengenai pentingnya kode etik jurnalistik serta cara membedakan informasi yang valid dengan konten hoaks di media sosial,” katanya.
Selain seminar jurnalistik, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan aksi donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial insan pers terhadap masyarakat.
Rektor Unidum, Muhardi, menyebut kemampuan literasi media kini menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa, terutama dalam menghadapi perkembangan arus informasi digital.
“Pelantikan Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) hari ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal pengabdian mahasiswa. Seminar jurnalistik dari PWI sangat relevan untuk meningkatkan kompetensi literasi mahasiswa,” ungkap Muhardi.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Dumai, H. Taufik Ibrahim, mengapresiasi kolaborasi yang dinilai turut membantu pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan donor darah.
“Kami berterima kasih kepada PWI dan Universitas Dumai. Ketersediaan stok darah di Dumai sangat terbantu melalui aksi sukarela seperti ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemko Dumai berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang kritis, cerdas bermedia, serta mampu menjaga kondusivitas di tengah derasnya arus informasi digital.(Inf)
Editor : Admin







